Foto:Ilustrasi
Jakarta, TM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat lebih dari 1.500 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan sejak Januari hingga pertengahan September 2025.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainah mengatakan angka kekerasan meningkat tiap tahun sejak 2023.
Kendati demikian, Iin mengatakan tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat sudah teredukasi agar mau melapor bila menjadi korban kekerasan.
“Warga sudah berani speak up,” kata Iin, dikutip dari tempo.co, Rabu (17/9).
Menurut Iin, para korban sudah ditangani Unit Pelaksana Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA).
Diketahui, pada 2024 Pemprov DKI Jakarta mencatat 2.041 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Angka ini naik dari tahun 2023, yakni sebanyak 1.682 kasus.
Dalam rangka menangani lebih banyak korban, Pemprov DKI menyediakan kanal-kanal pengaduan di antaranya melalui aplikasi JAKI; Siaga 112, hingga 44 pos pengaduan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang tersebar di setiap kecamatan se-Jakarta.
Baca Juga: Penelitian Terbaru Ungkap Efek Ganja terhadap Kesuburan Perempuan
Selain itu, Iin menyebut pihaknya juga bekerja sama dengan seluruh komponen pentahelix untuk terus meningkatkan konsep layanan publik yang semakin dekat dan cepat, transparan, akuntabel, dan secara integrasi.
“Kami melakukan sosialisasi, menjalin komunikasi dengan berbagai LSM dan LBH, setiap pemerhati perempuan dan anak,” tutur Iin.
“Termasuk pengelola moda transportasi untuk memberikan sosialisasi kepada penumpang, dan kemudian juga dengan tempat-tempat yang di ruang publik, yang kita harapkan ruang ini menjadi aman dan nyaman buat perempuan,” tambahnya.
