Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM — Dalam momentum bersejarah yang memperkuat hubungan bilateral lintas benua, Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Federasi Brazil resmi menandatangani delapan nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis di berbagai sektor.
Penandatanganan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (23/12), disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva.
Menurut siaran resmi dari Kantor Berita Presiden, total nilai kerja sama tersebut mencapai lebih dari US$ 5 miliar, atau setara Rp 83,18 triliun (kurs Rp 16.637/US$), mencerminkan komitmen kedua negara dalam memperluas kemitraan ekonomi, teknologi, dan sosial.
Delapan nota kesepahaman tersebut antara lain:
Energi dan Pertambangan
MoU antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI dan Kementerian Pertambangan dan Energi Brasil untuk memperkuat kerja sama di sektor energi dan eksplorasi sumber daya alam.
Sains, Teknologi, dan Inovasi
Kesepakatan antara Badan Riset dan Inovasi Nasional RI dan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Brasil untuk mendorong kolaborasi riset dan pengembangan teknologi.
Sanitasi dan Fitosanitasi
MoU antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Peternakan Brasil mengenai standar sanitasi, fitosanitasi, dan sertifikasi produk agrikultur.
Statistik dan Data
Nota kesepahaman antara Badan Pusat Statistik RI dan Institute Geography dan Statistik Brasil untuk pertukaran data dan metodologi statistik.
Kemitraan Korporasi
MoU antara Danantara Indonesia dan GBS untuk pengembangan bisnis lintas sektor.
Energi Listrik
Kesepakatan antara PT PLN (Persero) dan J&F S.A Brasil dalam bidang kelistrikan dan energi terbarukan.
Energi dan Infrastruktur
MoU antara Pertamina dan Fluxus untuk kerja sama strategis di sektor energi dan logistik.
Promosi Perdagangan
Kesepakatan antara KADIN Indonesia dan APEC’s Brasil untuk memperkuat promosi dagang dan peluang investasi bilateral.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan kedekatan nilai antara Indonesia dan Brasil, meski berasal dari belahan dunia yang berbeda. Ia memuji komitmen Presiden Lula dalam membela kaum miskin dan tertindas, seraya menyatakan bahwa semangat tersebut juga menjadi fondasi perjuangan politiknya.
“Anda selalu membela kaum miskin. Anda selalu membela kaum lemah. Saya dan koalisi saya juga berkomitmen untuk membela rakyat dan mereka yang tertindas,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan bahwa angka delapan yang menjadi angka keberuntungan bagi kedua pemimpin menjadi simbol spiritual dari pertemuan yang ditakdirkan.
Sementara itu, Presiden Lula, dalam pidatonya, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Presiden Prabowo dan rakyat Indonesia. Ia menyoroti kedekatan emosional dan kesamaan nilai antara kedua negara.
“Hari ini, saya merasa senang berada di sisinya, pada usia kami yang ke-74 dan ke-80. Sama seperti kami berdua, hubungan persahabatan dan saling percaya antara kedua negara kita tidak pernah sehidup ini,” kata Lula.
Ia menutup dengan refleksi bahwa meskipun Brasil dan Indonesia dipisahkan oleh jarak geografis, keduanya memiliki banyak kesamaan dalam semangat dan tujuan.
