Foto:Dok. Dispenau
Jakarta, TM – Sebanyak empat penerbang tempur TNI Angkatan Udara (AU) kini selangkah lebih dekat untuk mengoperasikan pesawat tempur Rafale.
Keempatnya yang tergabung dalam Tim Pilot Rafale Batch-A telah menuntaskan seluruh rangkaian pelatihan di Skadron Transformasi Rafale, Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier, Prancis.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa pelatihan tersebut berlangsung selama empat bulan sejak Agustus dan resmi berakhir pada Senin (15/12).
Selama berada di Saint-Dizier, para penerbang menjalani berbagai materi inti pengoperasian Rafale, mulai dari latihan dan simulasi tempur air to air siang dan malam, air to ground, low level navigation, hingga konversi backseater sebagai instruktur.
“Setiap penerbang juga telah melaksanakan dua kali penerbangan solo, masing-masing satu penerbangan siang dan satu penerbangan malam,” ujar I Nyoman lewat keterangan tertulis yang diterima Think Medio, Rabu (17/12).

Baca Juga: Alumni Akabri 2000 Lepas Bantuan Kemanusiaan ke Wilayah Terdampak Bencana
Setelah menyelesaikan pelatihan ini, keempat penerbang Rafale TNI AU akan melanjutkan pendidikan ke Paris untuk mengikuti kursus persenjataan AASM Hammer yang diselenggarakan oleh Safran.
Tahapan berikutnya dilanjutkan di Bordeaux melalui kelas teori sistem pesawat Rafale bersama Dassault Aviation, sebelum memasuki fase persiapan ferry flight.
Pada Februari 2026, para pilot Rafale TNI AU direncanakan mulai melaksanakan aktivitas penerbangan di Indonesia.
Keempat penerbang ini akan berperan sebagai instruktur utama dalam menyiapkan generasi penerbang Rafale berikutnya, sekaligus mendukung pengoperasian pesawat tempur Rafale secara optimal, baik dari sisi penerbangan maupun organisasi satuan.
