Foto:Dok. Unifil
Jakarta, TM – Sebanyak tiga prajurit TNI yang tengah mengemban tugas menjaga pemeliharaan perdamaian PBB dalam misi UNIFIL kembali menjadi korban serangan yang dilancarkan ke fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon, Jumat (3/4).
“Tiga penjaga perdamaian itu berkebangsaan Indonesia,” jelas pejabat National Information Officer Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia, Siska Widyawati, dikutip Sabtu (4/4).
Dua di antara prajurit TNI itu mengalami luka serius dan para korban telah dievakuasi ke rumah sakit di wilayah sekitar untuk mendapatkan pertolongan medis akibat luka yang diterima.
Sementara itu, Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel menjelaskan hingga kini penyebab ledakan masih belum diketahui dengan pasti.
Baca Juga: Setahun Menjabat, Kekayaan Bupati Natuna Capai 293 Miliar Rupiah
Insiden ini menjadi serangan ketiga yang menimpa pasukan UNIFIL di tengah meningkatkan eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI telah gugur dalam dua serangan yang terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026. Ketiga prajurit itu adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon
Ardiel menambahkan, rentetan serangan ini menjadi pekan yang sulit bagi para penjaga perdamaian bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL. Dia berharap agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya.
“UNIFIL mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas tempur di sekitar yang dapat membahayakan mereka,” tegas Ardiel.
