Foto:Dok. resort.co.id
Jakarta, TM – Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengungkapkan sekitar 2.025 kematian tambahan terjadi di Prancis selama gelombang panas ekstrem yang melanda negara itu. Jumlah tersebut mencerminkan adanya lonjakan angka kematian hampir 30 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
“Tercatat sekitar 2.025 kematian tambahan pada periode 22–28 Juni dibandingkan pekan sebelumnya,” kata Rist dikutip dair France 24, Jumat (3/7).
Baca Juga: The Economist Nilai Presiden Prabowo Membahayakan Ekonomi dan Demokrasi Indonesia
Dalam laporan terbarunya, Public Health France menyebut angkat tersebut kemungkinan masih lebih rendah dari jumlah sebenarnya (underestimate). Laporan itu juga menyebut jumlah kematian di kawasan Paris meningkat 62 persen pada pekan yang dimulai 22 Juni.
Lonjakan serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Pays de la Loire. Sepanjang Juni, Prancis dilanda gelombang panas yang berlangsung sekitar 11 hari, dengan suhu di banyak wilayah melampaui 40 derajat Celsius.
Sebagai perbandingan, sekitar 15.000 orang meninggal dunia akibat gelombang panas hebat yang melanda Prancis pada 2003. Sebagian besar korban merupakan warga lanjut usia yang tinggal di panti jompo.
Meski gelombang panas pada Juni tahun ini dinilai lebih intens, pemerintah menyatakan dampaknya tidak separah peristiwa pada 2003.
