Jakarta, TM – Komandan Sektor Penanganan Karhutla TNBTS Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Surayawan mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) paling luas terjadi di Blok Watangan. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut mencapai 817,3 hektare.
Secara keseluruhan, luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai 899,35 hektare sejak api pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8).
Upaya pemadaman terus dilakukan, salah satunya melalui operasi udara dengan mengerahkan dua helikopter water bombing milik BNPB.
Baca Juga: 46.160 Peserta Lolos MagangHub Angkatan II Batch 1
Petugas juga melakukan penanganan dari jalur darat dengan membuat sekat bakar untuk menghentikan rambatan api dan mencegah kebakaran menjalar ke wilayah lainnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha menyebut dugaan awal penyebab kebakaran di kawasan Gunung Bromo mengarah pada aktivitas manusia, bukan faktor alam.
Menurut Rudijanta, dugaan tersebut berdasarkan lokasi pertama kali munculnya api yang berada di puncak tebing atau perbukitan Blok Bantengan-Jantur. Kawasan tersebut merupakan jalur tradisional yang menghubungkan Desa Argosari dan Ranu Pani serta masih kerap dilalui warga maupun pendaki.
Rudijanta menduga api bermula dari aktivitas orang yang melintas di jalur tersebut dan membuat perapian untuk menghangatkan diri karena suhu yang dingin.
Perapian itu diduga tidak benar-benar padam, kemudian tertiup angin hingga memicu kebakaran yang meluas ke kawasan sekitarnya.
