Foto:Dok. Puspen TNI
Jakarta,TM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat membantu penanganan korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) dini hari. Gempa yang terjadi sekitar pukul 01.15 WIB itu menimbulkan kepanikan warga serta menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik.
Sejak pagi, jajaran TNI di wilayah NTT langsung mengerahkan personel dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM, serta Lanal Maumere. Mereka membantu proses evakuasi, mendirikan pos darurat, dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa TNI tidak hanya mengerahkan personel, tetapi juga alutsista untuk mempercepat penanganan.
“Pesawat Hercules dan KRI disiapkan untuk mendukung mobilisasi logistik, evakuasi korban, serta distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Selain pengerahan pasukan, TNI menyiapkan kendaraan taktis, dapur lapangan, serta tenaga medis. Pesawat Hercules diprioritaskan untuk mengangkut bantuan logistik dari Jakarta dan Makassar, sementara KRI digunakan untuk menjangkau daerah pesisir yang terdampak.
TNI juga berkoordinasi dengan BNPB, Basarnas, Polri, dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan berjalan terpadu. Personel tetap disiagakan menghadapi kemungkinan gempa susulan dan kebutuhan bantuan lanjutan.
Menurut data sementara BNPB, gempa berpusat di kedalaman 10 kilometer dan dirasakan kuat di sejumlah kabupaten seperti Nagekeo, Ende, dan Sikka. Puluhan rumah rusak, fasilitas umum mengalami keretakan, dan jaringan listrik sempat terputus. Hingga siang hari, ratusan warga mengungsi ke lokasi aman.
BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Tim gabungan masih melakukan pendataan kerusakan dan korban di lapangan.
TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan bencana.
“Kami akan tetap siaga hingga kondisi benar-benar pulih. Sinergi dengan masyarakat dan instansi terkait menjadi kunci agar penanganan berjalan efektif,” kata Mayjen Nas.
Baca Juga: TNI Kerahkan Puluhan Alutsista pada Demo Udara HUT ke-81 RI, Rafale hingga A400M
Langkah cepat TNI diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat NTT yang terdampak gempa, sekaligus menunjukkan peran strategis militer dalam mendukung misi kemanusiaan di tanah air.
Berdasarkan laporan Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT mencapai 20 orang. Korban tersebar di beberapa wilayah dengan kondisi berbeda. Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat delapan orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, di Kabupaten Sikka, tiga orang dilaporkan meninggal dan dua orang lainnya luka-luka.
Di wilayah Manggarai Barat, satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka. Sedangkan di Manggarai/Reo, delapan orang dilaporkan meninggal dunia tanpa ada laporan korban luka. Selain itu, terdapat dua orang yang masih tertimbun material bangunan akibat gempa.
Data ini menunjukkan bahwa dampak gempa cukup merata di beberapa kabupaten, dengan korban meninggal paling banyak ditemukan di Manggarai Timur dan Manggarai/Reo. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang tertimbun, serta memberikan penanganan medis bagi warga yang mengalami luka-luka.
