Foto:Dok. Dispenau
Jakarta,TM – Pemerintah terus melakukan penanganan intensif imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan penurunan kualitas udara di wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Rizal Irawan, mengatakan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara masif melalui operasi darat dan udara.
“Sampai saat ini, beberapa saudara kita di wilayah Kalimantan dan Sumatra dalam kondisi menghadapi kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan kualitas udara,” kata Rizal, Senin (31/8).
Ia menambahkan, operasi udara saat ini telah melibatkan puluhan helikopter dan pesawat yang dikerahkan untuk water bombing dan modifikasi cuaca, sementara operasi darat didukung ribuan personel gabungan yang bersiaga di titik-titik rawan.
Selain upaya pemadaman di dalam negeri, langkah penanganan juga menjangkau level kawasan regional untuk mencegah krisis asap lintas negara.
“Langkah kita juga menjangkau level kawasan. Hasil dari ministerial meeting dan technical working group terkait transboundary haze pollution di Bali pada bulan Juli lalu, bersama negara-negara tetangga, kita memantau arah angin dan trajektori asap untuk mencegah krisis transboundary haze atau polusi asap lintas batas secara ilmiah dan transparan berdasarkan peta BMKG,” tambah Rizal.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Bantuan Rp200 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT
Langkah terpadu ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menanggulangi karhutla di tingkat lokal, tetapi juga menjaga stabilitas kualitas udara regional.
Melalui sinergi antara operasi lapangan dan pemantauan lintas batas, diharapkan potensi krisis asap dapat ditekan sedini mungkin demi melindungi kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
