Foto:Dok. BMKG
Jakarta, TM – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa sejumlah bandara kembali beroperasi per Selasa (8/9) dini hari setelah sebelumnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bandara-bandara tersebut di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Husein Sastranegara, Bandung; Bandara Budiarto Curug, Banten; dan Bandara Pondok Cabe, Banten.
Kemudian, Bandara Muhammad Taufik Kiemas, Sumatra Selatan; Bandara Radin Inten II, Lampung; serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, Banten juga dinyatakan aktif kembali per Selasa (8/9) pagi.
Pembukaan kembali operasional bandara-bandara tersebut disertai dengan sejumlah catatan. Pertama, Otoritas Bandara bersama dengan maskapai harus melakukan inspeksi terhadap semua armada pesawat.
Kemudian, pilot dan kru operasional pesawat wajib mengetahui restricted polygon, yakni wilayah udara berbentuk poligon (banyak sudut) yang dibatasi atau dilarang oleh otoritas terkait untuk dilintasi karena terdeteksi mengandung sebaran abu vulkanik.
Baca Juga: BMKG Prediksi El Nino akan Berlangsung Sampai Awal 2027
Sebelumnya, sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada ruang udara dan operasional bandar udara sejak Sabtu (5/9) hingga Senin (7/9).
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, karena material tersebut dapat membahayakan pesawat jika masuk ke jalur penerbangan. Abu vulkanik memiliki karakteristik tajam dan dapat merusak berbagai bagian pesawat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan sejumlah bandara harus menghentikan operasional sementara.
