Foto:Dok. Dispenad
Jakarta, TM – Upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan infrastruktur.
Camat Kayan Hilir, S. Matius Akon, menegaskan bahwa wilayahnya membutuhkan akses jalan, listrik, dan jaringan internet yang memadai untuk mendukung penanganan karhutla secara efektif.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan penyuluhan karhutla yang digelar Satgas TNI di Desa Mombai Begunung, Kayan Hilir, Kamis (10/9). Acara tersebut dipimpin Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P dan dihadiri Brigjen TNI M. Zamroni bersama 43 kepala desa.
Saptarendra menjelaskan, kegiatan berlangsung santai dengan materi mitigasi karhutla. Brigjen Zamroni menekankan bahwa ketaatan warga terhadap adat dan peraturan lokal menjadi faktor penting yang membuat wilayah Kayan Hilir relatif minim kasus karhutla.
“Satgas saat ini fokus mengajak masyarakat melakukan inovasi penyuburan tanah sebagai alternatif pengganti praktik pembakaran pohon,” ujar Saptarendra dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat (11/9).
Baca Juga: Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA untuk Perkuat Tata Kelola Investasi
Ia menambahkan, momentum karhutla harus dijadikan kesempatan untuk memberdayakan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, Sapta mengakui bahwa keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan utama. Hal ini ditegaskan langsung oleh Camat Kayan Hilir, S. Matius Akon, di hadapan peserta penyuluhan.
“Kami berharap Satgas TNI bisa memberikan rekomendasi dan solusi, sekaligus menjadi penyambung aspirasi kami ke pemerintah pusat,” kata Akon.
Ia menyoroti tiga masalah utama, yakni jalan dan jembatan yang belum memadai, keterbatasan listrik sehingga berdampak pada penerangan sekaligus penyediaan air melalui pompa, hinga sinyal internet yang lemah di banyak desa.
“Semoga ini menjadi langkah awal untuk memperkuat mitigasi karhutla sekaligus memperbaiki kondisi infrastruktur yang sangat kami butuhkan,” ujarnya.
