Foto:Dok. US Embassy
Jakarta, TM – Latihan Bersama (Latma) Cope West 2026 yang diikuti TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force/USAF) resmi berakhir. Kedua angkatan udara menguji kemampuan operasi udara taktis, koordinasi, dan interoperabilitas di Manado, Sulawesi Utara.
Penutupan latihan ditandai dengan upacara yang digelar di VIP Baseops Lanud Sam Ratulangi, Jumat (11/9). Selama 7–11 September 2026, personel kedua angkatan udara menjalani sejumlah skenario yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan operasi udara secara terpadu menggunakan pesawat C-130.
Kemampuan penerjunan barang menjadi salah satu fokus latihan. Personel mempraktikkan sistem Low-Cost Low-Altitude (LCLA) airdrop serta Container Delivery System (CDS) pada kecepatan tinggi dan rendah. Selain itu, latihan penerbangan dalam formasi taktis turut dilakukan untuk menguji kemampuan awak pesawat dalam melaksanakan manuver dan menjaga koordinasi selama penerbangan.
Rangkaian latihan juga mempertemukan personel kedua angkatan udara dalam berbagai kegiatan yang mendukung pelaksanaan operasi, termasuk pertukaran pengetahuan di bidang kedokteran penerbangan (aerospace medicine) dan evakuasi medis udara (aeromedical evacuation).
Kemudian, personel juga berlatih menghadapi kondisi darurat bersama unsur first responder setempat. Skenario tersebut kemudian diperkuat melalui tabletop exercise yang menguji koordinasi serta pengambilan keputusan dalam menghadapi situasi darurat.
Cope West sendiri merupakan latihan rutin TNI AU dan USAF yang telah berlangsung sejak 1989. Pelaksanaan tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-13 di Indonesia dan kembali menegaskan kesinambungan kerja sama kedua angkatan udara.
Baca Juga: Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA untuk Perkuat Tata Kelola Investasi
Konsul Jenderal AS di Surabaya Chris Green mengatakan, Cope West memberikan kesempatan bagi TNI AU dan USAF untuk berlatih bersama sekaligus meningkatkan kemampuan bekerja sama.
“Kami juga menyadari bahwa latihan ini, sebagai bagian dari Kemitraan Strategis Komprehensif kita, turut berkontribusi pada terciptanya kawasan Indo-Pasifik yang aman dan sejahtera melalui kerja sama keamanan yang saling menguntungkan,” ungkap Green dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Kedua pihak berkomitmen kemudian mempertahankan berbagai bentuk kerja sama pertahanan udara guna meningkatkan kesiapan dan interoperabilitas, sekaligus mendukung stabilitas serta keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
