Selat Hormuz Foto. Dok: Google
Jakarta, TM – Parlemen Republik Iran menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kegiatan pelayaran, menyusul serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (21/6) malam.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh salah satu anggota Komisi Keamanan Nasional di Parlemen Iran Mayor Jenderal Esmaeli Kowsari. “Parlemen telah mencapai kesimpulan bahwa Selat Hormuz harus ditutup. Keputusan akhir mengenai hal tersebut akan ditetapkan oleh Dewan Keamanan Tertinggi Nasional,” kata Kowsari sebagaimana disiarkan televisi Iran Press TV, dikutip Senin (23/6). Dewan Keamanan Tertinggi merupakan badan yang dipimpin oleh orang yang ditunjuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Merespons langkah Iran, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio meminta pemerintah Cina untuk membujuk Iran agar tidak menutup Selat Hormuz. “Saya mendorong pemerintah China di Beijing untuk menghubungi mereka (Iran) tentang hal itu, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka,” ucap Rubio dalam wawancara dengan program Fox News, ‘Sunday Morning Futures with Maria Bartiromo’.
Menurutnya, penutupan Selat Hormuz akan berdampak pada perekonomian sejumlah negara dan global, serta menjadi eskalasi besar-besaran yang akan membutuhkan tanggapan dari AS dan negara-negara lainnya.
Selat Hormuz merupakan salah satu titik kritis dan menjadi salah satu jalur perdagangan paling penting serta strategis di dunia. Menghubungkan Teluk Persia ke Teluk Oman, jalur sempit ini telah menjadi titik krusial bagi perdagangan global, hamper seperempat pengiriman minyak global melewati selat tersebut.
Selat tersebut membentang sepanjang 161 kilometer dengan lebar tersempit 34 kilometer, dan memiliki jalur pelayaran masing-masing arah selebar 3 kilometer. Data U.S. Energy Information Administration (EIA) mencatat, sepanjang 2024, volume minyak mentah yang melalui Selat Hormuz mencapai rata-rata 20 juta barel per hari (bph). Angka itu setara dengan 20% konsumsi minyak global.
