Foto:Dok.Setpres BPMI
Jakarta,TM – Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja ekspor nasional menjelang akhir 2026 melalui pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus yang bertugas mengidentifikasi dan mengatasi berbagai hambatan ekspor. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan penugasan kepada Satgas tersebut untuk melakukan berbagai upaya percepatan penyelesaian persoalan yang selama ini menghambat aktivitas ekspor nasional.
Pemerintah, kata Airlangga, akan mendorong peningkatan ekspor dari seluruh sektor ekonomi, termasuk industri manufaktur yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama ekspor nonmigas Indonesia.
“Jadi ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor termasuk manufaktur sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor nanti akan kita debottlenecking yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui Satgas,” kata Airlangga usai menghadiri rapat bersama Presiden, awal pekan ini.
Pembentukan Satgas tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari hambatan regulasi, persoalan logistik, perizinan, hingga berbagai faktor lain yang dapat mengurangi daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Dengan adanya mekanisme penanganan yang lebih terkoordinasi, pemerintah berharap kapasitas produksi dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi permintaan pasar global yang terus berkembang.
Rencana pembentukan Satgas menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran tim ekonomi pemerintah. Pertemuan tersebut digelar untuk mengevaluasi perkembangan kondisi perekonomian nasional menjelang akhir tahun sekaligus meninjau capaian pemerintah dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo.
“Hari ini Bapak Presiden memanggil tim ekonomi. Terutama untuk mengupdate situasi perekonomian menjelang akhir tahun ini dan juga sekaligus dalam rangka dua tahun pemerintahan Pak Presiden, Pak Prabowo,” ujar Airlangga.
Baca Juga: KKP Ungkap Kampung Nelayan Merah Putih dapat Wujudkan Kesejahteraan Nelayan
Dalam rapat tersebut, pemerintah melakukan penelaahan menyeluruh terhadap sejumlah indikator ekonomi nasional. Evaluasi mencakup perkembangan pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, kondisi sektor perbankan, realisasi investasi, serta berbagai faktor yang memengaruhi stabilitas dan daya tahan perekonomian nasional.
Pembahasan juga diarahkan untuk memastikan berbagai program ekonomi pemerintah berjalan sesuai target dan mampu memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas industri, serta penguatan daya saing nasional.
Pemerintah memandang sektor ekspor memiliki peran penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika ekonomi global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, upaya menghilangkan hambatan perdagangan dan memperkuat akses pasar menjadi salah satu fokus kebijakan ekonomi nasional.
Industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus karena memiliki kontribusi besar terhadap nilai ekspor Indonesia. Selain menghasilkan devisa, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan berbagai sektor pendukung lainnya.
Melalui optimalisasi ekspor, pemerintah berharap pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas penetrasi produk Indonesia ke berbagai pasar internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun dan memperkuat fondasi ekonomi nasional dalam jangka menengah.
Selain membentuk Satgas, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memperkuat daya saing produk nasional. Pendekatan tersebut dinilai penting karena tantangan ekspor tidak hanya terkait aspek produksi, tetapi juga menyangkut efisiensi rantai pasok, akses pembiayaan, infrastruktur logistik, hingga kepatuhan terhadap standar pasar tujuan ekspor.
Airlangga menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam keadaan yang relatif stabil. Namun, pemerintah tetap perlu memperkuat sektor-sektor produktif agar mampu menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis kinerja ekspor dapat terus meningkat dan menjadi salah satu pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran Satgas diharapkan mampu menjadi instrumen percepatan dalam menyelesaikan berbagai hambatan yang selama ini mengurangi potensi ekspor Indonesia, sehingga produk nasional semakin kompetitif di pasar dunia.
