Foto:Dok: Instagram/Emildardak
Jakarta, TM – Ratusan siswa Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo diduga tertimpa reruntuhan musala saat menunaikan salat Asar.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi korban masih terus berlangsung. Polisi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga relawan berjibaku bersama-sama melakukan proses evakuasi hingga Selasa (30/9) siang.
Berdasarkan laporan yang diterima, mengonfirmasi laporan terbaru dari Basarnas total 102 orang telah dievakuasi dari bangunan ambruk. Dari jumlah tersebut, 91 orang melakukan evakuasi mandiri dan 11 lainnya dievakuasi tim SAR.
Diduga masih ada santri yang terjebak di balik reruntuhan bangunan tempat para santri beribadah tersebut.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak memastikan operasi penyelamatan tidak akan dihentikan sebelum semua korban berhasil dievakuasi.
“(Evakuasi) tidak berhenti sampai (korban) selamat,” kata Emil.
Menurutnya, kondisi bangunan musala masih sangat berisiko. “Operasi ini juga berisiko karena bangunan ini masih tidak stabil. Ini masih dipastikan, ada yang kreak-kreak di dalam itu yang harus kami pastikan,” katanya.
Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan darurat bagi para korban, termasuk yang masih terjebak.
“Makanan, minuman terutama, dan oksigen sudah disiapkan. Mudah-mudahan bisa segera diberikan dalam bentuk can agar kesulitan bernapas bisa diatasi,” tuturnya.
Pantauan di lokasi, puluhan ambulans terus keluar masuk membawa korban. Polisi, BPBD, dan relawan bahu-membahu melakukan evakuasi.
Baca Juga: Ribuan Kasus Keracunan MBG, Prabowo Sebut Hanya 0,00017 Persen dari Total Penerima
Di sisi lain, pengasuh Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, KH Abdul Salam Mujib mengatakan bahwa bangunan yang roboh tersebut sudah dalam pengerjaan 9 sampai 10 bulan.
“Sudah lama, sudah 9 sampai 10 bulan. Baru tiga (lantai) dek terakhir jadi nggak pakai genteng, langsung dek,” kata Abdul Salam kepada awak media, Senin (29/9).
Bangunan tersebut rencananya berdiri tiga lantai. Bagian atap tidak menggunakan genteng, melainkan semen cor sehingga permukaan rata.
“Ngecornya dari pagi sudah selesai. Sekiranya 4 sampai 5 jam, jam 12.00 sudah selesai,” ucapnya.
