Foto:dok. Puspen TNI
Jakarta,TM – Di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi global, Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlunya efisiensi nasional. Instruksi tersebut menekankan agar langkah penghematan tidak mengganggu pelayanan publik maupun kesiapsiagaan pertahanan negara.
Menindaklanjuti arahan presiden, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan strategi efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara terukur dan bertahap.
Dalam siaran pers resmi yang dikutip pada Selasa (24/3), Kemhan menyebutkan bahwa penyesuaian dilakukan melalui langkah administratif dan manajerial. Fokus efisiensi diarahkan pada aspek pendukung, sementara operasional strategis dan kesiapsiagaan pertahanan tetap dijaga optimal.
Beberapa kebijakan yang tengah dirancang antara lain penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi tertentu yang memungkinkan.
Baca Juga: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Pengamat Apresiasi Transparansi TNI
Pengaturan penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas dan kebutuhan operasi, serta pembatasan kendaraan dinas dan angkutan pegawai, dengan tetap memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas.
Selain itu, Kemhan juga menekankan pengaturan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas.
Kemhan menegaskan bahwa kebijakan efisiensi ini bukanlah respons terhadap kondisi darurat, melainkan wujud disiplin dan kesiapsiagaan dalam pengelolaan sumber daya strategis.
Pemerintah juga memastikan bahwa cadangan energi nasional saat ini tetap aman, sehingga langkah efisiensi lebih dimaknai sebagai upaya antisipatif dan penguatan tata kelola.
