Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah nyatakan Letjen Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatan Kabais. (Foto:Dok. Ist)
Jakarta, TM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulua Dwi Nasrullah mengungkap bahwa jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) telah diserahkan imbas dari kasus penyerangan air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.
“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ungkap Kapuspen TNI saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (25/3).
Baca Juga: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Pengamat Apresiasi Transparansi TNI
Namun, Aulia tidak merinci, siapa pejabat baru Kabais yang akan menggantikan pejabat lama yakni Letjen TNI Yudi Abrimanto. Yudi diketahui telah menjabat posisi Kabais sejak Maret 2024 melalui Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/329/III/2024 tanggal 22 Maret 2024.
Sementara itu, TNI dikabarkan telah menunjuk Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai pejabat sementara (pjs) Kabais. Saat ini, Richard juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengungkap bahwa empat anggota Denma BAIS TNI telah diamankan dan diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Keempat personel TNI itu berinisial masing-masing Kapten NDP, Lettu SL dan BHW, serta Serda ES. Mereka berasal dari matra TNI AL dan TNI AU.
Komandan Puspom (Danpuspom) TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto menegaskan bahwa keempat tersangka sedang menjalani pemeriksaan mendalam oleh Puspom TNI.
Sementara itu, Kapuspen TNI meminta agar masyarakat bersabar karena prose penyidikan masih berlangsung hingga saat ini.
“Sampai saat ini, proses penyidikan terhadap empat personel yang diduga melakukan penganiayaan (penyiraman) kepada saudara Andrie Yunus sedang berjalan. Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan,” kata Kapuspen TNI, Senin (23/3).
