Instagram/@melkilakalena.official
Jakarta, TM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, merasa malu terkait kasus bocah SD kelas IV berusia 10 tahun mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri lantaran orang tuanya tak mampu membeli buku dan pensil untuk sekolah.
Melki menilai ada kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada, hingga tingkat bawah.
“Sebagai gubernur NTT tentunya saya berduka cita mendalam dengan kejadian di Jerebuu adik kita mesti meninggal karena kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai ke tingkat bawah, tentu dengan perangkat sistem yang lain,” katanya, Rabu (4/2).
Menurut dia, kejadian ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah Provinsi NTT yang selama ini sudah bekerja keras membangun NTT.
“Apapun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita, tamparan keras bagi semua yang sudah kita kerjakan,” ujar dia.
“Ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tambah dia.
Baca Juga: Bocah 10 Tahun di NTT Akhiri Hidup, Diduga Karena Sulit Ekonomi
Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur.
Peristiwa memilukan ini diduga dipicu oleh kemiskinan ekstrem, di mana korban merasa tertekan karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp10.000. Sebelum meninggal dunia, korban sempat menuliskan surat untuk ibunya.
