Foto:Dok. Istimewa
Jakarta, TM – TNI Angkatan Darat mulai menyiapkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza. Persiapan dilakukan sambil menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan dan karakter personel yang akan ditugaskan.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa proses pengiriman pasukan ke Gaza masih berjalan dan memerlukan koordinasi berjenjang, mulai dari pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza hingga Mabes TNI.
“(Dari) Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan,” ujar Maruli di Jakarta, Senin (9/2).
Maruli menegaskan TNI AD telah memulai persiapan internal dengan melatih personel yang berpotensi ditugaskan dalam misi perdamaian. Penyiapan difokuskan pada kemampuan yang relevan dengan kebutuhan kemanusiaan dan rekonstruksi di wilayah konflik.
“Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan,” jelasnya.
Baca juga: Pangkodau I Terima Alih Status Lahan dari BP Batam, Perkuat Struktur TNI AU
Terkait jumlah personel yang akan dikirim ke Gaza, Maruli menyampaikan bahwa angka tersebut masih bersifat perkiraan dan belum ada keputusan final. Seluruhnya masih menunggu hasil negosiasi serta koordinasi lanjutan di tingkat Mabes TNI.
“Ya, bisa satu brigade, 5.000–8.000 (prajurit) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” kata Maruli.
Maruli menekankan bahwa peran TNI AD saat ini terbatas pada penyiapan pasukan sesuai kebutuhan yang diminta. Sementara keputusan terkait penugasan, waktu keberangkatan, dan kepastian lokasi berada di tingkat komando yang lebih tinggi.
“Kalau kami hanya penyiapan pasukannya saja,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, TNI AD memastikan kesiapan personel untuk mendukung misi perdamaian di Gaza, khususnya di bidang zeni dan kesehatan, sesuai mandat yang akan ditetapkan oleh Mabes TNI dan pemerintah.
