Foto:Dok. Penkostrad
Jakarta,TM – Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar, mendampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Saleh Mustofa dalam peninjauan seleksi calon peserta School of Infantry and Tactics (SOT), Quetta – Pakistan. Kegiatan ini berlangsung di Markas Divif 1 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, Kamis (9/4).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan menghasilkan prajurit terbaik yang akan mewakili TNI AD dalam pendidikan militer bergengsi di luar negeri.
Program SOT Pakistan dikenal sebagai salah satu wadah strategis dalam meningkatkan profesionalisme prajurit, khususnya di bidang taktik tempur dan kepemimpinan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakasad menekankan pentingnya seleksi yang ketat agar prajurit yang terpilih benar-benar memiliki kualitas unggul.
“Kita ingin memastikan bahwa yang berangkat adalah prajurit terbaik, yang mampu membawa nama baik TNI AD sekaligus menyerap ilmu untuk diterapkan di satuan,” ujarnya.
Baca Juga: KSAU Ungkap Rencana Penambahan 25 Radar Baru untuk Perkuat Pengawasan Udara
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika kegiatan dilanjutkan dengan lari bersama sejauh 5 kilometer. Aktivitas ini diikuti oleh para peserta seleksi dan prajurit Divif 1 Kostrad, mencerminkan semangat soliditas dan jiwa korsa yang menjadi fondasi utama dalam tubuh TNI AD.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran fisik, tetapi juga mempererat hubungan antarprajurit serta menumbuhkan motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
