Peserta Global Sumud Flotilia
Jakarta, TM – Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) mengalami kekerasan fisik saat ditahan militer Israel, seperti ditendang, dipukul, hingga disetrum sebelum akhirnya dibebaskan pada Kamis (21/5).
Hal tersebut diungkap oleh Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul Darianto Harsono saat menyambut kedatangan sembilan WNI yang sebelumnya diculik militer Israel di perairan Siprus, Mediterania Timur, pada 19-20 Mei 2026.
“Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik; ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum,” ungkap Darianto melalui video yang diunggah akun Instagram @indonesiainistanbul, Kamis (21/5).
Baca Juga: Ratusan Massa Gelar Aksi Solidaritas WNI dan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Sebelumnya diberitakan, empat WNI ditangkap Israel per Rabu (20/05) dan lima lainnya ditangkap pada Senin (18/05), termasuk jurnalis Republika serta Tempo.
Sementara itu, sebanyak 430 aktivis dan relawan Global Sumud Flotilla yang berasal lebih dari 40 negara ditangkap di sebuah pelabuhan di Israel selatan setelah Angkatan Laut Israel mencegat flotilla mereka di perairan internasional.
Setelah dibebaskan, kesembilan WNI dijemput menggunakan pesawat, kemudian dibawa ke Istanbul sebelum diterbangkan kembali menuju Jakarta. Mereka dilaporkan akan terbang menuju ke Tanah Air dari Turki pada Sabtu (23/5).
