Foto: Dok. Kemhan RI
Jakarta, TM – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan solidaritas untuk warga Gaza dengan mengirim 800 ton bantuan kemanusiaan yang akan didistribusikan dengan metode airdrop.
Melalui metode tersebut, ratusan ton bantuan dari Indonesia akan didistribusikan/dijatuhkan langsung dari udara dengan menggunakan pesawat C-130 Super Hercules ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan.
800 ton bantuan yang diangkut dalam pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) itu terdiri dari makanan siap saji, selimut, serta obat-obatan. Selain itu, C-130 Super Hercules juga membawa 600 unit Payung Udara Orang (PUO) yang akan digunakan untuk distribusi bantuan dari udara.
Misi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, sejak diberangkatkan pada 13 Agustus hingga 23 Agustus 2025. Adapun total personel untuk misi ini sebanyak 66 orang, terdiri dari prajurit TNI, perwakilan kementerian/lembaga terkait, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih II.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melepas langsung keberangkatan Satgas untuk menjalankan misinya dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju pangkalan aju di Yordania.
Baca Juga: Upacara Kehormatan Militer, Prabowo: Bangsa Kita Butuh Tentara yang Kuat
“Misi ini merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden RI (Prabowo Subianto) yang disampaikan melalui Kepala Kantor Komunikasi Presiden, di mana Indonesia berperan aktif mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan melalui operasi airdrop dari pangkalan aju Yordania,” jelas Agus.
Satgas Garuda Merah Putih II merupakan kelanjutan dari misi pertama yang telah sukses dilaksanakan pada 2024. Dalam pelaksanaan sebelumnya, satu pesawat berhasil mengirimkan bantuan logistik langsung ke Gaza sesuai kondisi medan.
Kini, misi kedua akan diperkuat dengan dua pesawat C-130J-30 Super Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, dengan peningkatan pada sisi komunikasi, koordinasi, dan kesiapan menghadapi situasi di lapangan.
