Foto:Dok. IST
Jakarta, TM – Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan untuk tetap bertolak ke Cina pada Selasa (2/9) malam guna memenuhi undangan Presiden Cina, Xi Jinping.
Undangan tersebut berkaitan dengan parade ‘Hari Kemenangan’ yang digelar untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia ke-II pada Rabu (3/9).
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sempat menyampaikan bahwa Presiden Prabowo batal berangkat ke Tiongkok lantaran gelombang demonstrasi yang terjadi di dalam negeri pekan lalu.
“Namun, karena adanya dinamika di dalam negeri, kemudian Bapak Presiden Prabowo memutuskan untuk menunda keberangkatan,” kata Prasetyo melalui keterangan videonya yang diunggah pada Sabtu (30/8).
Juru Bicara Presiden itu menambahkan, Kepala Negara ingin mencari solusi dari permasalahan yang ada.
“Kemudian juga beliau ingin memimpin secara langsung dan mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik,” tuturnya.
Baca Juga: Silaturahmi dengan Pemred Media Nasional, Menhan Sjafrie: Tangkal Provokasi dan Disinformasi
Atas perubahan ini, Prasetyo menjelaskan, Presiden telah memonitor situasi sebelum bertolak ke Cina dan mendapatkan laporan dari jajarannya bahwa kondisi masyarakat mulai berangsur normal.
Selain itu, Mensesneg mengungkap bahwa Keputusan presiden berangkat tak terlepas dari adanya permintaan besar dari Pemerintah Cina.
“Dalam beberapa hari belakangan ini, ada permohonan yang sangat (besar) dari Pemerintah Tiongkok untuk dapatnya Bapak Presiden Prabowo Subianto menghadiri, paling tidak di satu hari di acara peringatan 80 tahun dan di acara parade militer Pemerintah Tiongkok,” ujar Prasetyo dikutip dari Kompas.com.
Prabowo dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Rabu malam atau Kamis pagi. “Oleh karena itulah, demi menjaga hubungan baik dengan pemerintah Tiongkok, Bapak Presiden memutuskan untuk beliau berangkat malam ini dan keesokan malam beliau sudah akan kembali ke Tanah Air,” ungkap Prasetyo.
