Foto:Dok. BPMI
Jakarta,TM – Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan berbagai program strategis TNI yang mendukung pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan sinergi pertahanan nasional.
Hadir dalam pertemuan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Letjen TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Presiden didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Panglima TNI bersama para kepala staf melaporkan sejumlah perkembangan program strategis yang telah dijalankan TNI, termasuk berbagai capaian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Dalam pertemuan tersebut, Panglima dan para Kepala Staf melaporkan perkembangan berbagai program strategis yang dilaksanakan oleh TNI, termasuk capaian program yang secara langsung mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Baca Juga: DPR RI Sahkan RUU Polri jadi UU, Batas Pensiun Kapolri Diperpanjang
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah program penyediaan akses listrik bagi masyarakat di Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Program listrik masuk Papua yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif dan telah menjangkau lebih dari 200 desa.
Selain itu, pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang bertujuan meningkatkan konektivitas antardaerah juga terus berjalan.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dan TNI untuk membuka akses transportasi bagi masyarakat di wilayah terpencil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan desa-desa di berbagai wilayah Indonesia saat ini telah mendekati 2.000 titik,” kata Teddy.
Di sektor pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, TNI juga terus memperluas program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di daerah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Hingga Juni 2026, jumlah pembangunan fasilitas air bersih tersebut telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga di berbagai daerah.
“Program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih juga terus ditingkatkan. Hingga Juni 2026, jumlah titik pembangunan telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga,” ungkap Teddy.
Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut melaporkan perkembangan berbagai program peningkatan kesejahteraan prajurit. Program tersebut dirancang untuk mendukung kesejahteraan personel TNI sekaligus memperkuat kesiapan satuan dalam menjalankan tugas pokok pertahanan negara di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Teddy, berbagai program yang dijalankan TNI menunjukkan bahwa peran institusi pertahanan tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan kedaulatan negara, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Melalui berbagai program tersebut, TNI terus berkontribusi dalam memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas antardaerah, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga ke wilayah terpencil,” pungkas Teddy.
