Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, penyelesaian konflik di Gaza dapat terwujud melalui solusi dua negara (two-state solution), di mana hak Palestina dan keamanan Israel diakui serta dijamin oleh komunitas internasional.
Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (23/9).
“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati, perdamaian yang nyata, tanpa kebencian dan tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” tegas Presiden dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden (Setpres), Rabu (24/9).
Pada kesempatan yang sama, Prabowo turut mengapresiasi langkah sejumlah negara besar yang telah mengakui Palestina, termasuk Prancis, Kanada, Australia, Inggris, serta Portugal.
“Pengakuan Negara Palestina adalah langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar. Bagi mereka yang belum bertindak, kami katakan sejarah tidak berhenti,” ujar dia.
Prabowo kemudian menekankan bahwa penghentian perang di Gaza harus menjadi prioritas dunia internasional. Menurutnya, perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan tidak boleh hanya menjadi hak segelintir bangsa, melainkan hak semua umat manusia.
“Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia,” jelas dia.
Presiden kemudian mengingatkan kembali peran PBB sebagai pilar utama dalam menjaga tatanan internasional yang adil.
“Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak menderita karena keterpaksaan, tetapi hidup dalam keadilan yang layak mereka dapatkan. Mari kita lanjutkan perjalanan besar umat manusia menuju cita-cita, aspirasi tanpa pamrih yang melahirkan PBB,” pungkas Prabowo.
