WamenPPPA Veronica Tan saat mengunjungi Kotawaringin Barat. (sumber: kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPPA), Veronica Tan, melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (28/9).
Dalam kunjungan itu, Veronica menyerap berbagai masukan mengenai tantangan dan hambatan yang dihadapi pemerintah daerah dalam memberikan layanan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Melalui dialog dengan pemangku kebijakan Kabupaten Kotawaringin Barat, Veronica menekankan pentingnya peran UPTD dalam menghadirkan dukungan konkret bagi masyarakat, terutama bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.
“Ketika hadir di sini, yang saya perhatikan utama adalah bagaimana UPTD PPA tersebut benar-benar mampu membantu dan memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat, perempuan, dan anak-anak,” kata Veronica, dikutip dari kemenpppa.go.id, Senin (29/9).
UPTD PPA, lanjut Veronica, memiliki peran krusial dalam menangani permasalahan di lapangan.
“Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah dalam memastikan setiap layanan publik dapat dirasakan manfaatnya secara optimal,” ujar Veronica.
Selain itu, ia juga menyampaikan keprihatinan atas semakin maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk yang terjadi di ruang digital.
“Kondisi ini menuntut adanya perlindungan yang lebih intensif serta intervensi yang tepat dari berbagai pihak. Anak-anak kita sekarang berada di era di mana pola edukasi harus menjadi perhatian utama,” tambah Veronica.
“Pendidikan yang baik dan benar dapat menjadi benteng awal dalam melindungi mereka dari pengaruh negatif,” sambungnya.
Baca Juga: Menpar Widiyanti Bantah Isu Mandi Pakai Air Galon Saat Kunker: Mungkin Ada yang Ingin Jadi Menteri
Dengan pendekatan edukasi yang tepat, Veronica berharap anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan terlindungi agar potensi mereka berkembang secara optimal.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan secara terpadu oleh semua elemen, termasuk pemerintah, keluarga, dan masyarakat sehingga upaya memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak melalui kolaborasi aktif dapat tercipta.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama agar generasi masa depan dapat tumbuh dengan aman dan sejahtera,” ujar Veronica.
