Presiden RI, Prabowo Subianto Melantik Arif Satria Jadi Kepala BRIN (Foto:Dok. Setpres BPMI)
Jakarta, TM – Presiden Prabowo Subianto melantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) lewat ketetapan yang telah ditandatangani Prabowo hari ini, Senin (10/11).
Sosok yang mengisi posisi Kepala BRIN adalah Arif Satria, seorang profesor yang saat ini menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB).
Arif resmi menggantikan Laksana Tri Handoko berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BRIN.
Sementara itu, Laksamana Madya TNI (Purn) Amarulah Oktavian masih menjabat sebagai Wakil Kepala BRIN yang statusnya diperpanjang melalui pelantikan tersebut.
Pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, dilanjutkan pengucapan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara pelantikan.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” kata Arif dan Amarulah dipandu oleh Presiden.
“Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” sambung mereka.
Baca Juga: Prabowo Bentuk dan Lantik Komisi Reformasi Polri, Tiga Eks Kapolri Jadi Anggota
Arif Satria lahir pada 17 September 1971. Ia merupakan Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dan dikenal sebagai ahli ekologi politik yang pemikirannya sering dirujuk dalam perumusan kebijakan nasional.
Selain memimpin IPB, Arif Satria juga aktif dalam berbagai peran penting di tingkat nasional, termasuk menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021-2026.
Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Umum Forum Rektor Indonesia (FRI) dan baru-baru ini terpilih sebagai Wakil Ketua Panitia Seleksi KPK pada 2024.
Karier manajerialnya juga mencakup posisi sebagai Komisaris Utama PTPN Holding dari tahun 2018 hingga 2022.
