Foto:Dok. TIM Media Sjafrie Sjamsoeddin
Jakarta, TM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menjaga kilang minyak milik Pertamina.
Hal tersebut dilakukan lantaran Pertamina merupakan industri strategis yang berhubungan dengan kedaulatan negara.
“Yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara sebagai contoh kilang dan terminal Pertamina. Ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,” kata Sjafrie di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, pada Senin (24/11).
Penempatan prajurit itu, lanjut Sjafrie, merupakan operasi militer selain perang atau OMSP yang diperbolehkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
“Tugas-tugas pengamanan, instalasi strategis khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari OMSP dan ada di dalam revisi Undang-undang TNI,” ujar Sjafrie.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Paparkan Strategi Penguatan Kekuatan TNI dalam Rapat dengan Komisi I DPR
Sjafrie menuturkan penugasan TNI itu akan mulai dilaksanakan pada bulan Desember 2025 mendatang. Selain personel TNI Angkatan Darat, penjagaan Pertamina ini juga akan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis atau Bais yang di bawah struktur TNI.
“Sehingga kita bisa mengantisipasi pengamanan secara fisik,” kata Sjafrie.
Sjafrie menekankan, TNI bertugas mempertahankan kedaulatan negara serta menjaga stabilitas nasional untuk mendukung pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan pembangunan kekuatan yang maksimal lewat penambahan batalion.
“Sehingga kita memang dituntut untuk memperkuat TNI, baik itu kekuatan darat, maupun laut serta udara,” sambungnya.
