Foto:Dok. Beritajakarta.d
Jakarta, TM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai proses pembongkaran tiang-tiang monorel yang selama ini mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan terima kasih kepada pihak terkait, khususnya Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah memberikan dukungan terhadap penataan Jalan Rasuna Said.
“Tentunya untuk melakukan ini, prosesnya panjang, dan secara khusus, saya berterima kasih kepada Kajati (Kejaksaan Tinggi) DKI Jakarta yang telah memberikan dukungan sepenuhnya untuk melakukan penataan Jalan Rasuna Said ini dan juga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Pramono, Rabu (14/1).
Pramono mengatakan anggaran pembongkaran tiang tersebut diperkirakan sebesar Rp254 juta.
Selain pembongkaran tiang monorel yang mangkrak, Pemprov DKI berencana melakukan penataan di kawasan tersebut, yang meliputi pembuatan taman, pedestrian, serta selokan. Penataan ini diprediksi menelan anggaran sebesar Rp102 miliar.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Semuanya akan ditata rapi, dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” ungkap Pramono.
Pembongkaran tiang monorel juga disaksikan langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Pria yang akrab disapa Bang Yos ini mengungkapkan rasa syukurnya atas langkah tegas yang diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan kepastian terhadap proyek yang terbengkalai puluhan tahun tersebut.
Ia menilai pembongkaran tiang monorel ini merupakan langkah realistis yang dilakukan Pramono di tengah ketidakpastian proyek.
Baca juga: Pemerintah Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar ke Pertamina
Proyek monorel sendiri sebenarnya mulai dicanangkan pada tahun 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dengan dukungan investor dari luar negeri.
Sayang selepas masa bakti Sutiyoso selesai di 2007, proyek monorel Jakarta tidak dilanjutkan oleh pewaris tongkat estafet kepemimpinan.
Ditambah lagi di tahun 2014, Joko Widodo yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta memutuskan membuat proyek baru melalui pengadaan Lintas Raya Terpadu (LRT).
