Foto:Dok. Suara Merdeka
Jakarta, TM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, mencapai 17 orang hingga Minggu (25/1).
Secara keseluruhan, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 25 kantong jenazah. Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih berupaya untuk melakukan proses identifikasi terhadap belasan jenazah korban lainnya. Proses identifikasi dapat berlangsung lebih cepat apabila kondisi jenazah dalam keadaan utuh dan memiliki identitas pendukung.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian terhadap sekitar 80 warga lainnya yang dilaporkan hilang sejak peristiwa longsor terjadi.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo menjelaskan, pencarian pada hari ketiga akan difokuskan pada dua sektor utama, yakni Sektor A di wilayah timur dan Sektor B di wilayah barat Desa Pasirlangu. Fokus titik pencarian telah dipetakan melalui gambar yang diperoleh dengan drone.
“Hari ini kami memiliki penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap dan juga potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi,” jelas Yudhi.
Baca Juga: Longsor Terjadi di Cisarua Bandung Barat, 30 Rumah Terkena Dampak
Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR kembali mengerahkan Sembilan unit alat berat serta tujuh unit pompa air. Adapun total personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan kali ini mencapai ribuan personel, yang berasal dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan.
Sebelumnya diberitakan, bencana tanah longsor melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1) dini hari. Selain menyebabkan korban jiwa dan korban hilang, bencana longsor ini juga mengakibatkan puluhan rumah terkubur material lumpur.
