Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta,TM — Pemerintah terus mempercepat upaya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem melalui pembangunan Sekolah Rakyat berbasis asrama. Saat ini, sebanyak 104 unit Sekolah Rakyat tengah dibangun di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas jangkauan pendidikan inklusif. Pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan total kapasitas mencapai 112.320 siswa yang terbagi dalam 3.744 rombongan belajar.
Hingga 22 Maret 2026, progres pembangunan secara nasional tercatat telah mencapai 15,54 persen. Pemerintah optimistis proyek ini dapat berjalan sesuai target dengan dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Pada tahap kedua pembangunan, setiap Sekolah Rakyat didirikan di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Konsep yang diusung adalah kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas modern berbasis teknologi.
Setiap kompleks sekolah dilengkapi ruang kelas, laboratorium keterampilan, perpustakaan, serta pusat pembelajaran digital. Selain itu, tersedia juga asrama bagi siswa dan tenaga pengajar guna mendukung proses belajar yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, fasilitas penunjang seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, hingga ruang terbuka hijau turut disediakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyeluruh.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai pelaksana pembangunan terus mengatasi berbagai tantangan teknis di lapangan. Mulai dari keterbatasan akses menuju lokasi proyek, distribusi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung menjadi perhatian utama agar pembangunan berjalan tepat waktu.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kami ingin memastikan seluruh fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Dody, Senin (23/3).
Baca Juga: Pemerintah Kaji Kebijakan WFH 1 Hari dalam Sepekan untuk ASN dan Swasta untuk Efisiensi BBM
Di Provinsi Jawa Tengah, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Proyek ini tersebar di 11 lokasi yang terbagi dalam dua wilayah kerja.
Wilayah Jawa Tengah 1 meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung. Sementara wilayah Jawa Tengah 2 mencakup Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, serta Kota Semarang.
Sejumlah lokasi bahkan mencatat progres pembangunan di atas rata-rata nasional. Kabupaten Sragen menjadi salah satu daerah dengan capaian konstruksi yang relatif tinggi.
Pemerintah bersama Kementerian PU dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan seluruh proyek Sekolah Rakyat tahap kedua dapat diselesaikan sesuai jadwal.
