SPBU Pertamina Foto. Dok: Wikipedia
Jakarta, TM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkap bahwa pemerintah tengah mengkaji rencana kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun sektor swasta selama satu hari dalam sepekan.
Hal tersebut dipertimbangkan sebagai langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM), khususnya akibat konflik di Timur Tengah yang kemudian mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Ia menambahkan, konsumsi BBM selama ini banyak terserap dari mobilitas harian masyarakat dan potensi penghematan yang dihasilkan dari kebijakan wfh tersebut cukup signifikan.
“Karena itu ada penghematan dari segi apa, penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan seperlima, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” kata Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dilansir dari Detik.com Kamis (19/3).
Pemerintah saat ini masih menyusun detail teknis implementasinya agar dapat berjalan efektif tanpa mengganggu produktivitas kerja.
Kemudian, rencana penerapan WFH satu hari dalam lima hari kerja ini akan dimulai setelah periode Lebaran 2026. Meski demikian, pemerintah belum menetapkan tanggal pasti pelaksanaannya karena masih menunggu finalisasi konsep kebijakan.
“Pasca lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” pungkas Airlangga.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Sebelumnya, pada awal Maret 2026, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya cukup untuk 20 hari.
Kendati demikian, ia memastikan, tidak ada persoalan terkait subsidi BBM nasional di tengah dinamika konflik di Timur Tengah.
“Masih cukup, 20 hari. Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” ungkap Bahlil jelang rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Senin (2/3).
