Selat Hormuz Foto. Dok: Google
Jakarta, TM – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, menyatakan bahwa jalur pelayaran untuk seluruh kapal komersial di Selat Hormuz telah dibuka penuh.
Hal tersebut disampaikan Araqchi melalui platform X, di mana ia juga mengungkap Selat Hormuz akan tetap terbuka selama sisa masa gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon.
Kendati demikian, Teheran akan tetap membatasi jumlah kapal yang melintas dan memberlakukan tarif tol. Sementara itu, sejumlah pejabat Iran menjelaskan, setiap kapal yang akan melintas juga harus berkoordinasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Merespons pengumuman Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi atas keputusan Teheran tersebut.
Tetapi, selang beberapa saat, Presiden Trump menyampaikan di Truth Social bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan blokadenya terhadap pelabuhan Iran hingga negosiasi dengan negara tersebut selesai sepenuhnya.
“Blokade laut akan tetap diberlakukan secara penuh terhadap Iran, hingga saat di mana transaksi dengan Iran 100 persen selesai,” kata Trump.
Baca Juga: 3 Prajurit TNI kembali Jadi Korban Serangan, Jubir UNIFIL: Penyebab Ledakan Belum Diketahui
Sementara itu, Pejabat Sementara Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita menyiapkan rencana pelayaran (passage plan) untuk dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz agar dapat segera berlayar seiring pengumuman dibukanya jalur laut itu oleh pemerintah Iran.
Persiapan yang dilakukan pihak Pertamina meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta rencana kontingensi.
“Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz. Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” pungkas Vega, dikutip dari Antara, Sabtu (18/4).
