Foto:Dok. Ilustrasi
Jakarta, TM – Bloomberg melaporkan bahwa nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menyentuh Rp17.512 per dolar AS pada pukul 10.18 WIB, Selasa (12/5). Angka tersebut turun 98 poin atau 0,56 persen dan menjadi level terlemah rupiah sepanjang sejarah. Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dolar AS juga sempat berada di level Rp17.410 per dolar AS.
Selain rupiah yang tergelincir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dilaporkan merosot hari ini. Pada pukul 10:18 WIB, IHSG terpantau anjlok 73 poin (1,06 persen) ke posisi 6.832,11. Meski sempat menguat 0,60 persen ke level 6.946,85 saat dibuka, tapi grafiknya terus menurun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap, pihaknya akan mulai membantu Bank Indonesia (BI) untuk mengendalikan tekanan terhadap rupiah. Sejumlah langkah yang akan diambil, di antaranya memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga atau bond market, melalui dana stabilitas obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF).
“Mungkin dengan masuk ke bond market, itu yang BSF, tapi belum fund semuanya. Kita aktifin di instrumen yang kita punya di sini dulu, besok mulai jalan,” ungkap Purbaya.
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp17.500 per dolar AS. Ia juga mengingatkan agar pelemahan rupiah tidak berdampak negatif terhadap perekonomian nasional.
“Bagaimana dengan situasi global, ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk,” kata Puan di Jakarta, Selasa (12/5).
