Jakarta,TM – Perempuan merupakan sosok yang akan terus bergerak demi memenuhi kebutuhan anaknya dan demi keluarga. Karena secara alamiah, perempuan ingin berkarya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik sehingga perlu difasilitasi agar mereka berdaya, termasuk perempuan-perempuan yang terkena kasus.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan dan perwakilan dari Kementerian Kehutanan saat mengunjungi Kampus Bambu Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/6).
“Ada inisiatif yang baik dan mengajak perempuan-perempuan yang terkena kasus tidak berhenti sampai di situ, tapi memiliki solusi. Yang penting semangat untuk maju dan untuk hidup, untuk berdaya,” kata Veronica.
Dalam kunjungannya, Veronica juga meninjau pabrik bambu bernama Mosedia, yang sebagian pekerjanya adalah perempuan. Selain itu ia juga bertemu dengan sejumlah perempuan disabilitas.
Pabrik tersebut mengolah bambu menjadi meja, kursi, dan produk furnitur lainnya hingga sepeda. Bahan baku diambil dari bambu yang ditanam perempuan di kampung-kampung, yang dikenal dengan sebutan Mama Bambu.
“Hari ini kita sudah mulai dengan niat yang baik. Jadi ada kata mosedia, yang artinya niat baik. Segala sesuatu dimulai dari niat yang baik dan kita mengenal kata kunci Mama Bambu, artinya perempuan yang berdaya. Jadi inilah kolaborasi sebenarnya,” kata Veronica.
Baca Juga: Wamen PPPA Sebut Kolaborasi Kunci Wujudkan Kota Ramah Perempuan dan Anak
“Jadi hari ini kita mengunjungi Mama Bambu, juga pabrik yang mengolah bambu. Tapi bagaimana balik lagi dari proses pengolahan, kemudian melihat kearifan lokal dengan lahan yang disediakan oleh pemerintah dan juga dengan private yang punya kemampuan untuk mengolah menjadi sesuatu yang menjadi kearifan lokal,” lanjut dia.
Veronica mengapresiasi ada keterlibatan perempuan di kampus bambu tersebut. Perempuan bisa tampil untuk berdaya sendiri. Ada di antara mereka adalah perempuan disabilitas.
“Jadi perempuan tidak lagi hanya urusannya di kasus saja, tapi bagaimana kita membuat perempuan itu dengan sendiri yang dari bergerak, mereka berdaya sendiri. Karena didukung dari pemerintah dan private sector untuk berkolaborasi,” ujar Veronica.
Seperti diketahui, kedatangan Wamen PPPA adalah dalam rangka rencana kolaborasi tiga kementerian, yaitu Kementerian PPPA, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Pariwisata untuk ekonomi restoratif NTT.
1 thought on “Rencana Kolaborasi Tiga Kementerian, Wamen Veronica Tan Kunjungi NTT”
Comments are closed.