Jakarta, TM – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap bahwa gaji guru dan pegawai negeri sipil (PNS) belum bisa naik signifikan lantaran anggaran negara terus terkuras akibat kebocoran serta keluarnya kekayaan nasional ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6).
“Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan, karena uangnya nggak ada, diambil terus, saudara-saudara,” kata Prabowo.
Baca Juga: Danantara Targetkan Konsolidasi 300 BUMN, 258 Perusahaan sudah Dipangkas
Indonesia sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar dan mencatat keuntungan dari perdagangan internasional selama puluhan tahun.
Namun, Prabowo menjelaskan, sebagian besar keuntungan tersebut tidak sepenuhnya dinikmati di dalam negeri karena mengalir keluar melalui berbagai praktik yang merugikan negara.
Salah satu kebocoran yang disoroti Prabowo yakni praktik under-invoicing atau pelaporan nilai perdagangan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Akibatnya, sebagian nilai ekspor tidak tercatat secara utuh dan berpotensi mengurangi penerimaan negara.
