Foto:Dok. Dispenad
Jakarta, TM – TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengerahkan Kapal ADRI XC II BM untuk membantu penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapal tersebut berfungsi sebagai kapal rumah sakit yang dilengkapi dengan kamar operasi dan berbagai perlatan medis untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.
Kapal ADRI XC II BM dapat memberikan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan dan tindakan medis hingga operasi bagi pasien yang membutuhkan. Kapal ini juga disiapkan untuk mendukung proses evakuasi medis apabila diperlukan.
Selain fasilitas kesehatan, pengerahan kapal tersebut juga membawa berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan yang diberangkatkan meliputi dua unit ambulans, 50 drum BBM Pertalite, 35 drum Solar, 30 set tenda SG Type 1, 900 set velbed, 100 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta tiga unit truk.
Adapun bantuan logistik yang turut dikirim antara lain 20 ton beras, 163 koli bekal ransum TNI, 5.000 boks Naraga, 1.000 karton air mineral, 1.000 botol minyak goreng, mi instan, susu, bubur bayi, pembalut wanita, pampers, pakaian layak pakai, dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Pengerahan Kapal ADRI XC II BM dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dari Dermaga Satuan Angkutan Air (Satangair), Pusat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Pusbekangad), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (19/8).
Baca Juga: GMF Tuntaskan Modernisasi C-130H A-1319 TNI AU, Unit Kedua dari Delapan Pesawat
Maruli menegaskan, penanganan masyarakat terdampak gempa bumi di NTT membutuhkan dukungan berkelanjutan dan tidak dapat dilakukan hanya melalui satu kali pengiriman bantuan. Menurutnya, kondisi masyarakat di wilayah terdampak perlu terus dipantau dan kebutuhan mereka dievaluasi dalam beberapa bulan ke depan.
“Kita harus punya napas panjang. Kalau hanya one hit, kirim selesai, saya kira penderitaan saudara-saudara kita akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan. Kita akan terus melakukan evaluasi dua-tiga bulan ke depan dan berpikir lagi apa yang diperlukan di wilayah bencana NTT,” tegas KSAD.
