Foto:Dok. TIM Media Menhan Sjafrie
Jakarta, TM – Jepang mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook beserta 600 personel dari Pasukan Bela Diri Darat (JGSDF) ke Indonesia untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan.
“Atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang dikutip dari akun X @ModJapan_en, Senin (31/8).
Dukungan Jepang tersebut dilakukan dalam kerangka international disaster relief activities atau kegiatan bantuan bencana internasional yang melibatkan JSDF. Ratusan personel JGSDF dilaporkan telah bertolak menuju Indonesia dengan menggunakan kapal JS Kunisaki pada Minggu (30/8). Kapal yang sama juga membawa tiga helikopter CH-47 yang bakal menjalankan misi bantuan tersebut.
Langkah pemerintah Jepang itu turut dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan Jepang merupakan bentuk kerja sama bilateral antara Kementerian Pertahanan kedua negara.
“Ini saya kira adalah wujud daripada kerja sama antara Kementerian Pertahanan dari berbagai negara sahabat. Kami juga terus memperhatikan tugas-tugas yang diberikan oleh negara dalam rangka kita mengamankan strategi transformasi pembangunan yang sedang dikerjakan,” ujar Sjafrie seusai rapat bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (31/8).
Ia kemudian mengajak para pengusaha untuk mengerahkan alat-alat yang dimiliki sebagai bentuk gotong royong masyarakat Indonesia dalam mitigasi karhutla. “Tadi saya sudah kasih tahu, itu pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, alutsista, helikopter water bombing,” ungkap Sjafrie.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan titik api (hotspot) di Kalbar tercatat ada 3.824 titik atau bertambah 453 titik.
“Di Kalimantan Barat kita melihat di sini bahwa hotspot hari ini memang bertambah lagi sebanyak hari ini sebanyak 453 titik untuk titik panas, dan untuk titik apinya berturut, turun menjadi eh 16,” kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (30/8).
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Bantuan Rp200 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT
Kemudian untuk di Kalteng per hari ini hotspot tercatat ada 5.391 titik atau bertambah sebanyak 876 titik. Sedangkan untuk titik api turun 23 titik menjadi 56 titik.
