Jakarta, TM – Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan harian sebesar 3,82% hari ini, turun ke kisaran US$66.300. Namun, koreksi ini justru dinilai sebagai peluang emas oleh investor besar untuk kembali mengakumulasi aset kripto utama tersebut.
Di tengah fluktuasi pasar, sejumlah analis tetap mempertahankan outlook jangka panjang yang bullish terhadap Bitcoin. Beberapa lembaga keuangan global bahkan menetapkan target harga ambisius di kisaran US$112.000 pada akhir tahun 2025. Optimisme ini didukung oleh adopsi institusional yang terus meningkat, regulasi kripto yang semakin jelas, serta permintaan yang stabil dari sektor ETF Bitcoin spot yang kini telah diresmikan di beberapa negara maju.
โIni bukan penurunan, tapi fase akumulasi. Tekanan jangka pendek adalah bagian dari siklus pasar,โ kata Kevin Johansen, analis senior di BlockAlpha Research.
Sentimen positif juga datang dari pasar Asia, di mana volume perdagangan kripto meningkat 18% dibanding minggu sebelumnya, menandakan minat beli masih tinggi meskipun harga sedang terkoreksi.
Sementara itu, Ethereum (ETH) dan sejumlah altcoin juga mengalami penurunan serentak, memperkuat tren koreksi pasar secara umum. Namun, seperti Bitcoin, sebagian besar analis percaya bahwa ini hanyalah fase konsolidasi sebelum lonjakan berikutnya.
Kesimpulan: Meski Bitcoin saat ini berada dalam tekanan jangka pendek, fundamentalnya tetap kuat. Investor jangka panjang disarankan untuk tetap tenang dan mempertimbangkan strategi akumulasi bertahap.
๐ง Redaksi ThinkMedio menyarankan pembaca untuk melakukan riset pribadi sebelum mengambil keputusan investasi. Pasar kripto sangat volatil dan berisiko tinggi.
#Bitcoin #CryptoNews #ThinkMedio #Kripto2025 #BTCUSD #InvestasiKripto #Cryptocurrency
