Foto:Dok. United States Navy
Jakarta, TM – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan melancarakan serangan terhadap kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, menggunakan drone produksi dalam negeri di Laut Oman.
Laporan mengenai serangan tersebut disampaikan oleh televisi Pemerintah Iran, namun tidak disertai rincian lebih lanjut mengenai serangan itu.
Sementara itu, Juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaghari dalam keterangan resmi, Kamis (5/3) menjelaskan, kapal induk AS bersama kapal perusak yang mengawalnya telah mundur sejauh 1.000 kilometer dari titik awal.
“Kapal itu, bersama dengan kapal perusak yang menyertainya, meninggalkan daerah tersebut dan sejauh ini telah bergerak lebih dari 1.000 km menjauh dari wilayah tersebut,” kata Zolfaghari.
Baca Juga: Ribuan Warga Sumut Masih Mengungsi Pascabanjir dan Tanah Longsor November 2025
Namun, klaim tersebut dibantah oleh Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine. Ia bersikeras bahwa kelompok penyerang kapal induk tetap berada di sisi tenggara pantai Iran.
Di tengah konflik yang dilaporkan mulai berlangsung pada 28 Februari 2026, AS mengklaim telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran.
Hal tersebut diungkap oleh Panglima Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper dalam pernyataan resminya kepada pers di Markas Besar CENTCOM, Florida, AS, Kamis (5/3).
“Sekarang kami telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal dan hanya dalam beberapa jam terakhir, kami menyerang kapal induk drone Iran, kira-kira seukuran kapal induk Perang Dunia II. Dan saat ini, kapal itu terbakar,” ujar Cooper.
