Foto:Dok. X/@GlobeEyesNews
Jakarta, TM – Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz mengonfirmasi serangan yang dilancarkan negaranya terhadap Iran, Sabtu (28/2) pagi.
“Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran, untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel,” kata Katz, dikutip Times of Israel, Sabtu (28/2).
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, ketika Amerika Serikat (AS) mengerahkan armada besar pesawat tempur dan kapal perang ke wilayah tersebut.
Langkah Washington itu merupakan upaya untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Sebagai tindak lanjut atas serangan terbaru ini, Israel telah memberlakukan status darurat di seluruh wilayah negara karena memperkirakan Iran akan melancarkan serangan balasan dengan menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik dalam waktu dekat.
Pada 2025, Israel pernah melakukan serangan besar terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran. Serangan itu memicu perang langsung antara kedua negara, di mana Iran membalas dengan ratusan rudal balistik dan lebih dari 1.000 drone yang menargetkan wilayah Israel, termasuk lokasi militer dan sipil.
Baca Juga: Pesawat Tempur F-16 Jatuh, Kemhan Turki Konfirmasi Pilot Gugur
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi merepons serangan yang dilakukan Israel dan disebut sebagai “Serangan Pencegahan”.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa jalan di daerah Joumhouri, Teheran hancur akibat hantaman beberapa rudal.
