Dok: AP/Salvatore
Jakarta,TM – Israel mencegat kapal Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang berusaha menerobos blokade Israel atas Gaza. Selain melakukan pencegatan, kapal FFC diserang di perairan internasional saat membawa Greta Thunberg dan sejumlah aktivis terkenal lainnya. Israel juga menahan para penumpang dan membawa mereka ke Israel.
Dalam video yang disiarkan langsung dari kapal, aktivis Yasmin Acar menunjukkan zat putih di dek kapal dan mengatakan zat itu dijatuhkan dari udara. Acar kemudian terdengar mengatakan zat itu membuat matanya terasa perih.
“Kapal Madleen saat ini diserang di perairan internasional. Sejumlah quadcopter (drone) mengelilingi kapal, menyemprotnya dengan zat berwarna putih seperti cat. Komunikasi terganggu dan suara-suara mengganggu diputar melalui radio,” demikian unggahan dari akun Instagram @gazafreedomflotilla pada Senin (9/6) pukul 06.50 WIB.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Minggu (8/6) memerintahkan militer untuk menghentikan kapal yang turut mengangkut aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg.
Baca Juga: WWE World Collide: Lucha Libre Tayang Perdana di YouTube, Dibuka Oleh Rey Mysterio
Kementerian tersebut juga mengunggah video yang menunjukkan kru “Madleen” duduk berdampingan mengenakan jaket pelampung oranye, sementara seorang tentara memberikan mereka air dan roti lapis. Greta Thunberg terlihat duduk di bagian depan kelompok tersebut.
“Saya telah memerintahkan IDF (Israel Defence Force) untuk memastikan bahwa kapal Madleen tidak mencapai Gaza,” kata Israel Katz, pada hari Minggu.
Kementerian Luar Negeri Israel menyebut kelompok tersebut berusaha melakukan provokasi media yang semata-mata bertujuan untuk mencari perhatian publik.
“Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dengan aman menuju pantai Israel. Para penumpang diharapkan akan kembali ke negara asal mereka,” kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah unggahan di X pada Senin pagi waktu setempat.
Seperti diketahui, kapal Madleen diketahui berlayar dari Italia membawa sejumlah aktivis yang berusaha mengirim bantuan ke Gaza di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk akibat blokade yang terus diberlakukan.
FFC menggambarkan pelayaran ini bukan sebagai kegiatan amal, melainkan sebagai aksi langsung tanpa kekerasan untuk menghadapi apa yang mereka sebut sebagai pengepungan ilegal Israel dan kejahatan perang yang meningkat. Kelompok ini telah mengirim kapal ke Gaza selama lebih dari satu dekade untuk memprotes blokade dan mengirimkan bantuan.
