Foto:Dok. Inilahkoran
Jakarta, TM – Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta dan menyumbang 61,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menariknya, sebagian besar UMKM ini digerakkan oleh perempuan.
Mengutip liputan6.com pada Senin (8/9), dari angka tersebut, 64% UMKM di antaranya dikelola oleh perempuan. Ini berarti sekitar 41 juta pelaku usaha perempuan aktif berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Nemun, meski perempuan kini menjadi salah satu elemen penting dalam penggerak ekonomi nasional, kesenjangan di sejumlah lini masih sangat mudah ditemukan.
Salah satu kesenjangan tersebut terkait literasi keuangan, terutama dalam konsep syariah. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 bahkan menyebut sekitar 65,58% perempuan terpapar literasi keuangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Rombak Lima Menteri, Berikut Daftarnya
Angka tersebut lebih rendah dibanding laki-laki yang berada di angka 67,32%.
Menurut Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama, perempuan adalah jantung keluarga. Keputusan finansial sehari-hari, mulai dari mengatur anggaran, menabung, hingga bersedekah, sebagian besar dipegang oleh perempuan dalam keluarga.
Berangkat dari fakta tersebut, pihak tersebut berkolaborasi dengan salah satu kelompok agama, yakni Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPW PP Muhammadiyah) untuk menggagas program edukasi keuangan yang dikemas sesuai kebutuhan perempuan Indonesia masa kini.
