KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (tengah). Dok: Dispenad
Jakarta,TM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, menjadi perwira TNI AD bukan hanya soal ketangguhan fisik, tetapi juga kecakapan intelektual.
“Karena menyelesaikan studi akademik di tengah kerasnya pendidikan militer merupakan pencapaian yang luar biasa dan membanggakan,” ujar Maruli saat acara Wisuda Sarjana Terapan Taruna Akademi Militer Tingkat IV/Sermatar Tahun Pendidikan 2024/2025, di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Kamis (10/7).
Dirinya menyampaikan bahwa para Taruna tidak hanya dituntut menjalani disiplin jasmani, mental, dan kepemimpinan militer, tetapi juga harus mampu memenuhi standar akademik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
“Keberhasilan ini bukan semata hasil kerja keras individu, tetapi juga buah dari ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah, yang disertai doa dan dukungan dari orang tua, keluarga, para pendidik, dan pembina. Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam keberhasilan ini,” kata Maruli.
Baca Juga: Menteri BUMN Kembali Tunjuk Pati TNI Jadi Dirut Bulog
Di tengah tantangan kompleks, baik di lingkungan TNI maupun global, Maruli menegaskan bahwa hanya mereka yang memiliki daya saing, semangat belajar, dan kemampuan adaptif yang mampu bertahan dan memberi kontribusi nyata.
“Teruslah memperdalam ilmu, mengasah keterampilan, dan memperkuat karakter, dengan menjadikan nilai-nilai Akademi Militer sebagai fondasi dalam menghadapi masa depan,” pesan Kasad.
Menutup amanatnya, KSAD mengingatkan agar para wisudawan selalu menjaga kedekatan dengan rakyat di mana pun bertugas. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Jadilah perwira ksatria pelindung bangsa yang juga kontributif sebagai sarjana, bervisi jauh ke depan, inovatif, menguasai teknologi, dan aktif berperan dalam pembangunan nasional,” tandas KSAD.
Tahun ini, sebanyak 438 Taruna dinyatakan lulus dan diwisuda yang terdiri dari 252 orang asal Program Studi Manajemen Pertahanan, 35 orang Teknik Elektronika Pertahanan, 46 orang Teknik Sipil Pertahanan, 38 orang Teknik Mesin Pertahanan, dan 67 orang Administrasi Pertahanan. Dari jumlah itu, 42 Taruna berhasil meraih predikat Cumlaude.
