Foto:Dok. TIM Media Menhan SS
Jakarta, TM – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin memimpin rapat evaluasi persiapan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang dijadwalkan mulai beroperasi pada awal Februari 2026, bersamaan dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Rapat yang digelar pada Minggu (4/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh tersebut turut dihadiri oleh Wakil Panglima TNI, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Bupati Aceh Tamiang, serta unsur terkait lainnya.
Dalam rapat yang sama juga disepakati bahwa pergeseran kapal dan peralatan akan dilaksanakan secara bertahap hingga minggu kedua Januari 2026, dengan muara Sungai Tamiang sebagai titik kumpul utama.
“Kementerian Pertahanan menyiapkan dukungan logistik berupa speed boat, hovercraft, dan peralatan penjernih air. Operasi akan dikendalikan dari Kapal Markas Kemhan dengan pengawalan KRI serta koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait,” tegas Menhan Sjafrie.
Satgas Kuala melibatkan sekitar 200 personel di bawah pimpinan Wakil Panglima TNI dan diharapkan mampu mempercepat normalisasi sungai sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pesisir Muara Tamiang.
Dalam implementasinya, Satgas akan dibagi ke dalam dua tugas utama, yakni Gugus Tugas Pendalaman Kuala Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala (pembersihan). Secara khusus, Gugus Tugas Normalisasi juga akan dilengkapi dengan peralatan penjernih air guna membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara.
Sebelum menggelar rapat, Menhan juga berkesempatan untuk melakukan peninjauan udara dan peninjauan medan sepanjang Sungai Tamiang, hingga batas muara di laut.
Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran teknis kondisi sedimentasi, alur sungai, serta menentukan jenis alat berat dan mekanisme pekerjaan yang paling tepat untuk diterapkan di lapangan, sekaligus menjadi dasar utama dalam perencanaan teknis operasi Satgas Kuala.
