(foto: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Jakarta, TM – Sebuah video yang menunjukkan momen warga Iran santai di tengah perang dengan Israel viral di sosial media. Warga Iran dalam momen yang diunggah akun @IRIran_Military, pada Sabtu (14/6) bahkan nampak asik menyeduh teh.
Mereka nampak berkumpul di Lapangan Imam Khomeini, Teheran, ketika langit di atas mereka berkilap-kilap karena rudal. Bukannya takut, warga Iran tersebut justru asik memandangi rudal-rudal seperti menonton bintang jatuh.
“Berbeda dengan teroris Zionis yang bersembunyi di shelter, warga Iran, yang yakin akan kehendak Tuhan dan kemampuan pertahanan udara negara mereka,” demikian keterangan video tersebut, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (14/6).
“Dengan tenang menyeduh teh kayu bakar di bawah tembakan rudal untuk mempersiapkan perayaan Idul Ghadir di Lapangan Imam Khomeini di Teheran,” sambung keterangan video itu.
Momen yang ditunjukkan video tersebut terlihat berbeda dengan yang terjadi di Israel. Sejak Iran meluncurkan serangan balasan berupa ratusan rudal balistik ke Israel pada Sabtu dini hari, warga di Tel Aviv diperintahkan bersembunyi di dalam shelter.
Ratusan orang bahkan dievakuasi setelah rumah mereka hancur terkena serangan rudal Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga ikut berlindung di sebuah bunker.
Sebelumnya, Israel menyerang sejumlah wilayah Iran pada Jumat (13/6) dini hari. Mereka menargetkan fasilitas nuklir; program senjata nuklir dan persenjataan rudal balistik; hingga ilmuwan nuklir Iran.
Serangan Israel ke Iran juga menyasar sejumlah pejabat penting. Beberapa di antaranya adalah Kepala IRGC Hossein Salami.
Kemudian ada Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri; hingga penasihat pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkhani, yang tewas dibunuh Israel.
Pada hari yang sama, Iran pun meluncurkan balasan berupa ratusan drone ke Israel, meski sebagian besar dicegat oleh Tel Aviv dan Yordania.
Selain itu, Iran juga mulai menembakkan ratusan rudal balistik ke Israel. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pihaknya menargetkan puluhan titik di Israel, termasuk situs militer dan pangkalan udara.
