Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Pemerintah bakal menambah anggaran riset nasional hingga Rp4 triliun untuk membangun ekosistem riset yang lebih terintegrasi sehingga mampu menjawab berbagai tantangan nasional.
Hal tersebut diungkap oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/6).
Pras menjelaskan, penambahan anggaran riset itu merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan itu akan ditindaklanjuti bersama dengan sejumlah Kementerian/lembaga, seperti Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi; Bappenas; serta BRIN untuk menyatukan arah kebijakan riset nasional.
Baca Juga: Polri Mutasi 1.121 Personel dan Bentuk Polresta Baru di IKN
Pemerintah, lanjut Mensesneg, telah menyusun peta jalan riset nasional yang menjadi acuan agar seluruh kegiatan riset berjalan dalam satu desain besar. Dengan demikian, riset yang dilakukan nantinya akan saling terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri, sehingga dapat mendukung prioritas pembangunan nasional.
“Riset-riset yang kita jalankan diharapkan riset-riset yang langsung memberikan dampak untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Misalnya contoh riset tentang sampah, riset energi, kemudian peralihan kalau dari elpiji menuju ke CNG, riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi,” pungkas Pras.
