Presiden RI Prabowo Subianto saat agenda Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Bogor.
Jakarta,TM – Meski saat ini kondisi geopolitik dunia dengan mengalami ketegangan dan berpotensi pecahnya perang dunia ketiga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap berprinsip pada politik bebas aktif dan tidak berpihak kepada blok mana pun.
Pesan tersebut ditegaskan Prabowo dalam agenda Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
“Saya sebagai mandataris, meneruskan warisan, menjalankan politik luar negeri kita yang menganut garis bebas aktif, non-blok. Kita tidak akan ikut pada pakta militer mana pun,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan Israel ke Kamp Pengungsi di Jalur Gaza
Komitmen ini disampaikan seiring dengan kekhawatiran akan potensi pecahnya perang dunia ketiga. Menurut Prabowo, hampir seluruh kepala negara yang hadir dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu, mulai merisaukan ancaman perang nuklir dan dampaknya terhadap keberlangsungan hidup umat manusia.
Indonesia, sebagai negara yang selama ini tidak pernah terlibat dalam ketegangan geopolitik global, juga berpotensi terdampak jika terjadi perang nuklir. Paparan zat radioaktif dapat mempengaruhi iklim dunia serta mencemari ekosistem, termasuk ekosistem laut Indonesia yang sangat luas.
“Saya katakan, filosofi luar negeri saya: seribu kawan terlalu banyak, satu lawan terlalu sedikit. Tapi kita harus mengerti, kalau kita sungguh-sungguh mau non-blok, mau tidak terlibat dalam pakta, mau bersahabat dengan semua, berarti kita sendiri,” imbuhnya.
“Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Panglima besar kita yang pertama, Jenderal Sudirman, mengajarkan kita untuk percaya pada kekuatan sendiri,” sambungnya.
Baca Juga: Jelang SAS 2026, JAT Gelar Latihan Perdana
Di tengah situasi dunia yang didominasi oleh negara-negara kuat, Indonesia terus dihadapkan pada realitas global yang tidak selalu mudah dan ideal.
Oleh karena itu, dengan segala kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Indonesia perlu membangun ketangguhan nasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk ancaman perang, tanpa berniat mengancam siapa pun.
“Kita tidak bisa emosional atau terlalu idealis, karena yang berlaku adalah dunia nyata. Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang. Kita tidak berniat mengancam siapa pun,” kata Prabowo.
