Foto: Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan delapan agenda prioritas rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) Tahun 2026.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangannya di Ruang Rapat Paripurna, Jumat (15/8).
Agenda prioritas pertama adalah penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa dengan alokasi anggaran capai Rp164,4 triliun. “Pemerintah menargetkan swasembada beras dan jagung melalui pencetakan sawah baru, penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, dukungan bibit unggul, serta modernisasi alat pertanian,” jelas Prabowo dikutip dari BPMI Setpres, Sabtu (16/8).
Kedua, memperkuat ketahanan energi dengan total anggaran sebesar Rp402,4 T untuk subsidi BBM, listrik, LPG 3 kg. Hal ini juga termasuk dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan listrik desa.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Tak Ada Defisit APBN 2027-2028
Kemudian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi agenda prioritas ketiga. Program tersebut mendapat total anggaran sebesar Rp335 triliun dengan target dapat menjangkau 82,9 juta penerima sasaran yakni siswa, ibu hamil, balita. Hal ini juga termasuk Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Agenda keempat, pendidikan bermutu, dialokasikan sebesar Rp757,8 triliun atau 20 persen dari APBN. Anggaran ini nantinya akan berfokus pada peningkatan kualitas guru, penguatan pendidikan vokasi, beasiswa PIP dan KIP Kuliah, serta penguatan sekolah rakyat dan sekolah unggul Garuda
Kemudian, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp244 triliun untuk agenda prioritas kelima yaitu kesehatan berkualitas yang adil dan merata.
Agenda keenam adalah penguatan perekonomian rakyat melalui koperasi desa/kelurahan merah putih. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah membentuk 80 ribu koperasi untuk mempermudah akses sembako, logistik, pupuk, dan layanan keuangan dengan bunga rendah.
Ketujuh, program Pertahanan Semesta. Hal ini untuk modernisasi alutsista, penguatan komponen cadangan, penguasaan teknologi, dan pengembangan industri strategis dalam negeri.
Baca Juga: TNI Resmikan Enam Kodam Baru, Lengkapi Struktur Pertahanan Nasional
Program prioritas terakhir, yaitu akselerasi Investasi, Perdagangan dan Perumahan. Ini termasuk hilirisasi proyek strategis hingga program 3 juta rumah rakyat (FLPP, BSPS, serta PPN DTP).
“Melalui Danantara Indonesia, kita perkuat investasi produktif dan mewujudkan Indonesia lebih kuat dalam rantai pasok dunia. Profesionalisme, kompetensi, dan integritas akan menjjadi pijakan, didukung tata kelola transparan dan akuntabel. Inilah momentum bagi Indonesia untuk menjadi disegani sebagai kekuatan ekonomi global,” jelas Prabowo.
