Foto:Dok. Istimewa
Jakarta, TM – Indonesia berhasil memperoleh tarif impor nol persen dari Amerika Serikat (AS) untuk produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia. Kebijakan tersebut tercantum dalam kerja sama Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani oleh AS dan Indonesia pada Kamis (19/2).
Pemberlakukan tarif ekspor nol persen tersebut dilakukan melalui mekanisme tariff-rate quota (TRQ), dengan rincian teknis yang akan diatur lebih lanjut dalam kesepakatan turunan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kerja sama ini dapat berdampak positif bagi Indonesia, di antaranya peningkatan kapasitas produksi serta penyerapan tenaga kerja di sektor tekstil.
“Hal ini tentunya memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini akan sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” jelas Airlangga.
Baca Juga: Prabowo Perkuat Kerja Sama dengan AS: Indonesia Butuh Mitra untuk Industrialisasi
Dalam konteks yang lebih luas, kerja sama ART ini juga membuka peluang untuk memperluas penetrasi ekspor industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia ke pasar AS, yang ukurannya sekitar 28 kali lebih besar ketimbang pasar domestik Indonesia.
“Indonesia merencanakan untuk mengembangkan ekspor industri tekstil dari sekitar USD 4 miliar ke USD 40 miliar dalam 10 tahun, jadi saya pikir pembukaan pasar ini sangat perlu untuk industri Indonesia,” imbuh Airlangga.
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat dilaporkan memiliki kesepakatan untuk menurunkan tarif barang asal Indonesia ke AS menjadi 19%, sementara Indonesia menghapus 99% hambatan tarif bagi produk-produk AS. Setelah melalui proses negosiasi lanjutan, Indonesia kemudian berhasil memperoleh tarif 0-10 persen untuk sejumlah produk tertentu.
