Foto:Dok. POTUS
Jakarta, TM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan dan menyepakati kesepakatan nuklir atau Washington dapat mengambil tindakan militer yang lebih keras terhadap Iran.
“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang, TANPA SENJATA NUKLIR, yang menguntungkan semua pihak. Waktu terus berjalan, situasi sangat mendesak!,” tulis Trump di media sosial, seperti dikutip Reuters.
Melansir The Guardina, Trump menyatakan armada AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln telah bergerak menuju Iran. Ia bahkan menyebut bahwa pergerakan kekuatan militer AS kali ini lebih besar dibanding yang sebelumnya dikerahkan ke Venezuela.
“Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN! Mereka tidak melakukannya, dan terjadilah ‘Operasi Midnight Hammer,’ sebuah penghancuran besar-besaran di Iran. Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” imbuh Trump.
Baca Juga: Xi Jinping Copot Dua Jenderal Senior atas Dugaan Pelanggaran Serius dan Pembocoran Data Rahasia
Dua pejabat AS mengatakan bahwa kapal induk itu serta sejumlah kapal pendukungnya telah tiba di wilayah Timur Tengah. Kapal-kapal perang tersebut mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik pekan lalu seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran akibat tindakan keras terhadap aksi protes di Iran.
AS tercatat pernah menyerang tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. Negeri Paman Sam mengklaim, serangan yang mereka lancarkan telah menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah fasilitas nuklir. Namun, Iran membantah klaim tersebut.
Sementara itu, penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Shamkhani, mengatakan negaranya akan membalas setiap serangan yang dilancarkan AS. Pembalasan itu juga ditujukan kepada negara-negara yang mendukung AS.
“Setiap tindakan militer, dari Amerika, dari asal mana pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya, menargetkan jantung Tel Aviv dan semua pendukung agresor,” kata Shamkhani dikutip dari Aljazeera.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, yang menyampaikan bahwa Angkatan Bersenjata Iran siap untuk melakukan pembalasan.
